SPPG Gunung Selan Komitmen MBG Sesuai Standar Mutu dan Higienitas Tertinggi

banner 120x600

Djitu-online.com, Bengkulu Utara – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Selan Kabupaten Bengkulu Utara dibawah naungan Yayasan Amanah Cinta Kasih Bengkulu, menegaskan komitmennya untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan standar mutu dan higienitas tertinggi. Komitmen ini merupakan bagian integral dari upaya kolektif pemerintah dalam mencetak generasi emas melalui peningkatan asupan gizi anak sekolah.

Kepala Mitra atau Asisten Lapangan Yayasan Amanah Cinta Kasih Bengkulu, SPPG Gunung Selan, Nurjanah, menyatakan bahwa seluruh proses penyediaan dan pendistribusian makanan telah melalui protokol pengawasan kualitas yang ketat, mulai dari tahap pemilihan bahan baku hingga penyajian di sekolah penerima.

“Kami berkomitmen penuh untuk tidak hanya menyajikan makanan yang bergizi, tetapi juga yang aman dan higienis. Di dapur SPPG Gunung Selan, kami menerapkan protokol ketat, mulai dari kebersihan dapur, alat masak, hingga petugas yang terlibat,” ujar Nurjanah, Jumat sore, (13/02/2026)

Sejak program MBG bergulir, SPPG Gunung Selan telah sukses mendistribusikan ribuan porsi makanan bergizi ke beberapa sekolah di wilayah kerjanya, mencakup berbagai tingkatan, mulai dari TK hingga SMA.

Inovasi menu juga terus dilakukan oleh tim gizi SPPG Gunung Selan agar makanan yang disajikan selalu bervariasi dan disukai oleh siswa, sehingga dapat meningkatkan antusiasme dan kehadiran mereka di sekolah.

Komitmen SPPG Gunung Selan tidak berhenti pada kualitas gizi, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi lokal.

Dukungan Bahan baku makanan mulai dari sayur, lauk pauk dan karbohidrat secara aktif disuplai dari petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Multiplier Effect keterlibatan UMKM sebagai pemasok ini menciptakan efek berganda yang signifikan, tidak hanya menjamin kesegaran bahan, tetapi juga secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Bengkulu Utara

SPPG Gunung Selan menyatakan akan terus berkoordinasi erat dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Pendidikan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) daerah, guna menjamin keberlanjutan, kualitas, dan keamanan pangan yang disalurkan.

“Kami memandang Program Makan Bergizi Gratis ini sebagai investasi penting bagi masa depan generasi muda Bengkulu Utara. Kami akan terus berinovasi dan menjaga kualitas terbaik demi mencetak sumber daya manusia yang unggul,” beber Nurjanah.

Kemudian secara terpisah, menyikapi berbagai problem mengenai adanya dugaan temuan makanan bergizi produk dari SPPG beberapa waktu yang lalu dan kembali munculnya persoalan SPPG lainya, Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata. SE.MA.P mengingatkan pentingnya penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penopang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Setiap dapur penyedia makanan bergizi gratis bagi siswa harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bukti kelayakan operasional,” ujarnya

Menurut Bupati, dapur SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung program MBG yang dijalankan pemerintah. Karena itu, kualitas pengolahan makanan harus benar-benar dijaga agar aman dikonsumsi oleh peserta didik.

“Sertifikat SLHS bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi jaminan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Ini menyangkut keselamatan serta tumbuh kembang anak-anak kita,” tambahnya.

Ia menegaskan, penerapan standar higiene dan sanitasi di dapur SPPG merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus kepatuhan terhadap regulasi.

“Kalau di Bengkulu Utara relatif sudah baik, namun kita tetap perlu memastikan tidak ada dapur yang luput dari pengawasan. Jangan sampai muncul kasus makanan yang tidak layak konsumsi, seperti kejadian beberapa hari belakangan ini,” katanya.

Bupati Arie, juga menilai, keberadaan SLHS menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap penerima manfaat program MBG, terutama siswa dari keluarga kurang mampu.

“Dengan sertifikat tersebut, masyarakat dapat merasa tenang karena makanan yang diberikan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan lingkungan dan sanitasi yang ketat,” tuturnya.

Selain aspek fasilitas, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan. Setiap relawan atau petugas dapur perlu mendapatkan pelatihan teknis mengenai pengolahan dan penyajian makanan bergizi.

SDM yang terlatih menjadi kunci utama agar program MBG berjalan efektif dan aman. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para peserta didik,” jelasnya.

Bupati berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaksana teknis di lapangan dapat terus diperkuat. Dengan pengawasan yang baik serta penerapan standar kesehatan yang disiplin, program MBG di Bengkulu Utara diyakini dapat berjalan optimal.

“Kita ingin memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi, sehat, dan aman. Karena dari makanan yang baik, lahir generasi yang kuat dan cerdas,” pungkasnya. (R***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *